Rabu, 27 April 2011

Pentingnya Kemampuan Berkomunikasi Yang Baik Bagi Seorang Instruktur Pelatihan Kerja

Memahami komunikasi berarti memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, manfaat apa yang dirasakan, akibat-akibat apa yang ditimbulkannya, apakah tujuan dari aktifitas berkomunikasi sesuai dengan apa yang diinginkan, memahami hal-hal yang dapat mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.Menurut Anwar arifin (1988:17), komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna.




Komunikator -> Pesan (bisa berupa lisan maupun tulisan -> media -> komunikan-> efek -> perilaku

Pengertian komunikasi antar pribadi
Secara umum komunikasi antar pribadi (KAP) dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Komuni-kasi terjadi secara tatap muka (face to face) antara dua individu (Mulyana. 2008)
Komunikasi antar pribadi merupakan proses sosial dimana individu-individu yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi. Rogers menyatakan bahwa komu-nikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi (Allo Liliweri, 1991: 12). Sedangkan Supratiknya berpendapat bahwa komunikasi antar pribadi adalah setiap bentuk ting-kah laku seseorang baik verbal maupun non verbal yang ditanggapi oleh orang lain (Supratiknya, 1995: 30).
De Vito mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengi-riman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang yang lain, atau seke-lompok orang dengan efek dan umpan balik yang berlangsung (Sugiyo, 2005: 3) Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara ter-organisasi maupun pada kerumunan orang (Wiryanto, 2005: 32).
Komunikasi antar pribadi merupakan pertemuan di antara pribadipribadi dan pribadi-pribadi tersebut terlibat dalam komunikasi, masingmasing menganggap orang lain sebagai pribadi secara utuh, yang di dalamnya terjadi interaksi saling menerima dan menyampaikan pesan secara nyata.
Dari beberapa pendapat di atas tentang komunikasi antar pribadi dapat di-rumuskan sebagai berikut:
1.    Proses pengiriman pesan verbal maupun non verbal.
2.    Komunikasi antar pribadi merupakan interaksi antara dua atau lebih individu.
3.    individu saling menanggapi dalam menyampaikan pesan.

Sesuai dengan beberapa pendapat dan rumusan di atas, maka dapat di sim-pulkan bahwa komunikasi antar pribadi adalah suatu proses pengiriman pesan dari seseorang kepada orang lain atau beberapa orang, baik verbal maupun non verbal yang di tanggapi oleh orang lain dan merupakan interaksi antara pribadi-pribadi yang terlibat secara utuh dan langsung satu sama lain dalam menyampaikan dan meneri-ma pesan secara nyata (Sugiyo. 2005)
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dime-ngerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.
Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu pro-ses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan Indonesia dengan Australia, dimana pihak Australia menganggap pernyataan Indonesia mengenai “Negara Bebas Teror-is” di terjemahkan oleh Australia sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menye-babkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut.
Dari kedua contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi sangat pen-ting dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh lain dalam pendidikan seperti hubung-an dosen dengan mahasiswa,dengan adanya komunikasi,maka kegiatan belajar- mengajar akan berlangsung dengan baik dan lancar (

Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan:

Komunikasi sebagai proses sosial
Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku.  
Harold D. Lasswell meneliti masalah identifikasi simbol dan image yang berto-lak belakang dengan realitas/efek pada opini publik. Berkaitan dengan efek-efek tek-nik propaganda pada perang dunia 1 (1927). Beliau seorang ahli politik, meneliti de-ngan cara meyebarkan leaflet mengenai perang. 
Kurt lewin meneliti fungsi-fungsi komunikasi pada kelompok sosial informal. Lewin meneliti tipe-tipe gatekeeper yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin autokra-tik, demokratik. Lewin juga meneliti individu-individu yang ada pada kelompok-kelom-pok penekan dan individu-individu yang berada pada kelompok (members group). Soearang ahli psikologi. 
Carl Hovland meneliti kredibilitas sumber (komunikator) hubungannya dengan efek persuasi (perubahan sikap). Hovland adalah peneliti yang memperkenalkan pe-nelitian-peneltian eksperimental dalam komunikasi massa. Seorang ahli sosiologi, meneliti melalu pemutaran film berbeda kepada 2 kelompok berbeda, dan melihat efek dari film tersebut terhadap individu.  Kredibiltas terdiri dari 1. Expert (ahli dalam bidang tersebut) 2. Competency (memiliki kompetensi) 3. Skill (harus memiliki ke-mampuan dalam bidang nya) 4. Trust (harus bisa di percaya)
Paul F.Lazarsfeld mengungkapkan hubungan antara status sosial, ekonomi, mass media exposure dan pengaruh interpersonal atau efek pengetahuan, sikap dan perubahan perilaku. Beliau seorang ahli matematika  Teknik-teknik analisis yang di-gunakan oleh para peneliti tersebut memberikan contoh bagaimana menjelaskan sistem komunikasi dalam konteks proses sosial.

Komunikasi sebagai Peristiwa
Dalam hal ini komunikasi mempunyai pengertian, bahwa komunikasi meru-pakan gejala yang dipahami dari sudut bagaimana bentuk dan sifat terjadinya. Peris-tiwa komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang mem-bedakan komunikasi massa dengan komunikasi tatap muka, komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi yang menggunakan media dan tanpa media.  

Komunikasi sebagai Ilmu
Struktur ilmu pengetahuan meliputi aspek aksiologi, epistomologi dan ontologi. Aksiologi mempertanyakan dimensi utilitas (faedah, peranan dan kegunaan). Epis-tomologi menjelaskan norma-norma yang dipergunakan ilmu pengetahuan untuk membenarkan dirinya sendiri. Sedangkan ontologi mengenai struktur material dari ilmu pengetahuan. 

Komunikasi sebagai kiat atau keterampilan
Komunikasi dipandang sebagai skill yang oleh individu dipergunakan untuk melakukan profesi komunikasi. Perkembangan dunia komunikasi di Indonesia pada masa yang akan datang menunjukkan prospek yang semakin cerah. Dengan demi-kian, masalah-masalah yang berhubungan dengan profesi komunikasi tetap menjadi agenda penting.  Antara komunikasi dan bidang profesional terdapat kaitan yang sig-nifikan. Dalam menunjang suatu profesi atau karir yang menuntut kemampuan pema-haman pada sifat dasar komunikasi, berkomunikasi secara  kompeten dan efektif di-perlukan dalam bidang kemampuan berkomunikasi (speech communication), komu-nikasi massa, komunikasi organisasi, komunikasi politik, public relations, periklanan, penyiaran (broadcasting) dan pemasaran.  
Pengetahuan dan kemampuan komunikasi adalah dasar untuk kualitas kepe-mimpinan. Merupakan hal pokok untuk hubungan interpersonal, mempengaruhi dan perkembangan informasi dalam organisasi. Komunikasi juga memainkan peran pen-ting dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pemikiran strategis, memperoleh pengetahuan teknis dan menilai hasil (Zubair. 2006)

Aspek-aspek komunikasi
·         Pengertian proses, yaitu mengacu pada perubahan dan tindakan yang berlangsung terus menerus.
·         KAP merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik.
·         Mengandung makna, yaitu sesuatu yang dipertukarkan dalam proses tersebut, adalah kesamaan pemahaman diantara orang-orang yang berkomunikasi ter-hadap pesan-pesan yang digunakan dalam proses komunikasi (Mulyana. 2008)


Karakteristik
Dari ketiga aspek tersebut maka KAP menurut Judy C. Pearson memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.   KAP dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang me-nyangkut pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi oleh pengala-man dan pengamatan kita.
2.   KAP bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada pihak-pihak yang ber-komunikasi secara serempak dan bersifat sejajar, menyampaikan dan menerima pesan.
3.   KAP mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Artinya isi pesan dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.
4.   Komunikasi antarpribadi mensyaratkan kedekatan fisik antar pihak yang berko-munikasi.
5.   KAP melibatkan pihak-pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi.
6.   KAP tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu pada pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa memaafkan tapi tidak bisa melu-pakan atau menghapus yang sudah dikatakan.

KAP berlangsung antar dua individu, karenanya pemahaman komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam pro-ses psikologis. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.
Hal terpenting dari aspek psikologis dalam komunikasi adalah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak dalam diri individu dan tidak mungkin diamati secara lang-sung. Artinya dalam KAP pengamatan terhadap seseorang dilakukan melalui perila-kunya dengan mendasarkan pada persespsi si pengamat. Dengan demikian aspek psikologis mencakup pengamatan pada dua dimensi, yaitu internal dan eksternal. Namun kita mengetahui bahwa dimensi eksternal tidaklah selalu sama dengan di-mensi internalnya.
Fungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tanda-tanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Proses interpretasi ini se-tiap individu berbeda. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda, yang terbentuk karena pengalaman yang berbeda pula. (Mulyana. 2008)

Faktor-faktor yang mem pengaruhi individu dalam KAP
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa komunikasi antarpribadi dimulai dari diri individu. Tampilan komunikasi yang muncul dalam setiap kita berkomunikasi mencerminkan kepribadian dari setiap individu yang berkomunikasi. Pemahaman ter-hadap proses pembentukan keperibadian setiap pihak yang terlibat dalam komunika-si menjadi penting dan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Dalam modul ini realita komunikasi antarpribadi dianalogikan seperti fenomena gunung es (the com-munication iceberg).
Analogi ini menjelaskan bahwa ada berbagai hal yang mempengaruhi atau yang memberi kontribusi pada bagaimana bentuk setiap tampilan komunikasi. Gu-nung es yang tampak, dianalogikan sebagai bentuk komunikasi yang teramati atau terlihat (visible/observable aspect) yaitu:
1.   Interactant, yaitu orang yang terlibat dalam interaksi komunikasi seperti pembica-ra, penulis, pendengar, pembaca dengan berbagai situasi yang berbeda.
2.   Symbol. Terdiri dari symbols (huruf, angka, kata-kata, tindakan) dan symbolic language (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dll)
3.   Media, saluran yang digunakan dalam setiap situasi komunikasi (Mulyana. 2008)

Sedangkan bagian bawah gunung es yang menjadi penyangga gunung es itu tidak tampak atau tidak teramati. Inilah yang disebut sebagai invisible/unobservable aspect. Justru bagian inilah yang penting. Walaupun tak tampak karena tertutup air, dia menyangga tampilan gunung es yang muncul menyembul kepermukaan air. Tan-pa itu gunung es tidak akan ada. Demikian halnya dengan komunikasi, di mana tam-pilan komunikasi yang teramati/tampak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tidak terlihat, tapi terasa pengaruhnya, yaitu:
1.    Meaning (makna).
Ketika simbol ada, maka makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya. In-tonasi suara, mimik muka, kata-kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang mewa-kili suatu makna. Misalnya intonasi yang tinggi dimaknai dengan kemarahan, kata pohon mewakili tumbuhan dsb.
2.    Learning.
·         Interpretasi makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola-pola komunikasi yang diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari belajar yang dipero-leh dari pengalaman. Interpretasi muncul disegala tindakan mengikuti aturan yang diperoleh melalui pengalaman.
·         Pengalaman merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang kita pelajari. Jadi makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.
·         Pola-pola atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada turunan/genetik, tapi makna dan informasi merupakan hasil belajar terhadap simbol-simbol yang ada di lingkungannya.
·         Membaca, menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan formal.
·         Jadi, kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning (belajar) dari lingkungan.
3.    Subjectivity.
·         Pengalaman setiap individu tidak akan pernah benar-benar sama, sehingga individu dalam meng-encode (menyusun atau merancang) dan men-decode (menerima dan mengartikan) pesan tidak ada yang benar-benar sama.
·         Interpretasi dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang sama.
4.    Negotiation. Komunikasi merupakan pertukaran symbol. Pihak-pihak yang berkomunikasi masing-masing mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam upaya itu terjadi negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga tercapai saling pengertian.
·         Pertukaran simbol sama dengan proses pertukaran makna.
·         Masing-masing pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.
5.    Culture.
·         Setiap individu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain.
·         Individu adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat
·         Melalui partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan masyarakat.
·         Simbol dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan kita adaptasi.
·         Melalui komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah.
·         Budaya menciptakan cara pandang (point of view)
6.    Interacting levels and context.
Komunikasi antar manusia berlangsung dalam bermacam konteks dan tingkatan. Lingkup komunikasi setiap individu sangat beragam mulai dari komunikasi antar pribadi, kelompok, organisasi, dan massa.
7.    Self reference.
Perilaku dan simbol-simbol yang digunakan individu mencerminkan pengalaman yang dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan lakukan dan cara kita menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah refleksi makna, pengalaman, kebutuhan dan harapan-harapan kita.
8.    Self reflexivity.
Kesadaran diri (self-cosciousnes)merupakan keadaan dimana seseorang memandang dirinya sendiri (cermin diri) sebagai bagian dari lingkungan. Inti dari proses komunikasi adalah bagaimana pihak-pihak memandang dirinya sebagai bagian dari lingkungannya dan itu berpengaruh pada komunikasi.
9.    Inevitability.
Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi. Walaupun kita tidak melakukan apapun tetapi diam kita akan tercermin dari nonverbal yang terlihat, dan itu mengungkap suatu makna komunikasi.

Berbagai aspek yang dibahas di atas menegaskan bahwa suatu proses ko-munikasi secara fisik terlihat sederhana, padahal jika kita mellihat pola komunikasi yang terjadi itu menjelaskan kepada kita sesuatu yang sangat kompleks. Jadi dapat disimpulkan di sini bahwa komunikasi antarpribadi bukanlah sesuatu yang sederhana. (Mulyana. 2008)
Dalam sudut pandang psikologis KAP merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan diri. Saat dua orang berkomu-nikasi maka keduanya harus memiliki kesamaan tertentu, katakanlah laki-laki dan perempuan. Mereka secara individual dan serempak memperluas diri pribadi masing-masing ke dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan, atau dengan kata lain melalui proses psikologis mereka. Proses ini berlangsung terus me-nerus sepanjang keduanya masih terlibat dalam tindak komunikasi.
Saling berbagi pengalaman tidaklah berarti memiliki kesamaan pemahaman atau kesamaan diri yang tunggal tetapi bisa merupakan persinggungan dan sejumlah perbedaan. Fisher mengemukakan bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, proses intrapribadi kita memiliki paling sedikit tiga tataran yang berbeda. Tiap tataran tersebut akan berkaitan dengan sejumlah yang hadir dalam situasi antar pri-badi, yaitu pandangan kita mengenai diri sendiri, pandangan kita mengenai diri orang lain, dan pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang kita.
Pentingnya proses psikologis hendaknya dipahami secara cermat, artinya pro-ses intrapribadi dari partisipan komunikasi bukanlah hal yang sama dengan hubung-an antarpribadi. Apa yang terjadi dalam diri individu bukanlah komunikasi antar pri-badi melainkan proses psikologis. Meskipun demikian proses psikologis dari tiap indi-vidu pasti mempengaruhi komunikasi antar pribadi yang pada gilirannya juga mem-pengaruhi hubungan antarpribadi. (Mulyana. 2008)

Tips Sukses Berkomunikasi kali ini akan berbicara mengenai 3 hal :
1.    Jangan Mengkritik.
Manusia adalah makhluk yang dipenuhi dengan emosi (perasaan) daripada dengan logika. Oleh sebab itu sangat tidak saya sarankan bagi rekan sekalian untuk “mencoba menyadarkan” rekan anda dengan cara mengkritik meskipun itu kritik yang membangun & disampaikan dengan cara yang sehalus mungkin.
Kritik adalah sesuatu yang dapat “mengganggu” setiap orang. Tidak seorang pun yang suka dikritik termasuk artis-artis karbitan dari acara-acara idola anak – remaja yang menerima kritik dari juri-juri yang terpilih.
Kritik hanya akan menimbulkan rasa marah, tidak percaya diri, dendam, benci dan emosi-emosi sejenisnya, apalagi jika disampaikan dengan cara yang kurang pas. Orang bodoh sekalipun dapat melakukan hal ini, tapi hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menahan kritiknya dan memutar balikkan menjadi penghargaan yang mempunyai manfaat jauh lebih besar bagi diri atau team.
2.    Berikan Penghargaan Yang Jujur & Tulus.
Selalu ambil sisi positif dari orang tersebut, sehingga yang muncul bukan kritik, melainkan penghargaan / pujian. Lakukan hal ini dengan jujur dan tulus, niscaya akan meningkatkan percaya diri dan loyalitas dari rekan anda.
3.    Bangkitkan Minat Pada Diri Orang Lain.
Salah satu rekan saya hanya mempunyai 1 topik setiap kali bercengkerama, yaitu AKU sudah pasti dapat ditebak, cerita yang dibicarakan selalu seputar AKU. Tentu saja ini tidak akan membangkitkan minat setiap orang yang mendengarnya, tetapi sangat membangkitkan minat dari rekan saya yang lagi cerita.
Jika anda yang memulai pembicaraan, untuk membangkitkan minat lawan bicara anda, coba isi pembicaraan anda dengan topik-topik yang lawan bicara anda suka, niscaya lawan bicara anda akan bersemangat. jika ini terjadi, jangan bosan-bosannya untuk terus memastikan pembicaraan anda tidak keluar topik

Kharakteristik Tugas dan tanggungjawab Instruktur
1.  Menguasai materi pelatihan
a.   Menunjukkan pengetahuan yang menyeluruh dan akurat di bidangnya
b.   Menampilkan kemampuan untuk menjelaskan dan mengevaluasi teori bidang-nya.
c.   Menghubungkan materi pelajaran mereka dengan bidang-bidang terkait.
d.   Mengembangkan materi yang saat ini dipegang secara profesional dengan terlibat dalam organisasi profesi, menghadiri pertemuan profesional, konferen-si dan lokakarya.
e.   Pelajari dan gunakan teknologi untuk meningkatkan pengajaran dan pengala-man pendidikan pada saat yang tepat.

2.   Prestasi pengajaran
  1. Mengajar beban pelatihan sesuai dengan bidang keilmuannya
  2. Merencanakan dan mengorganisir pelatihan yang memaksimalkan pembela-jaran siswa
  3. Menerapkan pengajaran, strategi pembelajaran yang tepat untuk mengkomu-nikasikan materi pelatihan kepada siswa
  4. Memodifikasi, bilamana diperlukan, metode dan strategi pelatihan untuk me-menuhi kebutuhan siswa yang berbeda
  5. Menerapkan teknologi instruksional yang ada, seperti internet, pelatihan jarak jauh, teknologi interaktif
  6. Mendorong pengembangan ketrampilan berkomunikasi dan ketrampilan cara berfikir dengan cara yang tepat
  7. Melaksanakan tugas-tugas rutin
  8. Memberikan kontribusi pada pemilihan dan pengembangan materi pelatihan sesuai dengan sasaran pelatihan

 3.   Mengevaluasi pembelajaran siswa
  1. Menetapkan dan mengikuti sasaran pembelajaran yang bermanfaat
  2. Mengembangkan dan menjelaskan metode-metode yang dapat mengukur ke-majuan siswa dengan mengacu pada sasaran pelatihan
  3. Mengevaluasi kinerja siswa dengan benar dan konsisten serta memberikan arahan terhadap hasil praktek siswa
  4. Memaksimalkan pembelajaran
  5. Mengamankan catatan kemajuan siswa dan menyerahkan pada atasan langsung

4.   Mendukung kebijakan dan prosedur institusi
  1. Mengajar kelas-kelas yang menjadi tanggungjawabnya dan merupakan bagi-an dari keseluruhan kegiatan
  2. Menyediakan waktu dalam jam kerja untuk konsultasi dari siswa
  3. Menyiapkan dan menyerahkan silabus dan outline pelatihan kepada atasan yang membidangi.
  4. Menjaga kerahasiaan informasi tentang siswa
  5. Mengganti instruktur lain bila berhalangan
  6. Mengelola fasilitas dan bahan pelatihan

 5. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan institusi
  1. memberikan kontribusi dalam kegiatan-kegiatan institusi
  2. Ikut serta dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh institusi
  3. Memberikan respon tepat waktu atas permintaan-permintaan institusi
  4. Memberikan dukungan pada rekan kerja baik tetap maupun non tetap
  5. Memberikan kontribusi pada proses pengembangan kurikulum
  6. Berpartisipasi dalam kegiatan kelulusan siswa pelatihan
  7. Menunjukan ketrampilan interpersonal yang kuat dalam berkomunikasi dengan siswa dan rekan kerja
  8. Bertindak sebagai administrator secara individual dan tim

5.   Memberikan kontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan misi dan program institusi
  1. Menjaga pemahaman dengan sasaran, misi dan rencana jangka panjang insti-tusi.
  2. Memberikan kontribusi pada proses perencanaan dan pengembangan dengan mekanisme dan saluran yang tepat
  3. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan profesional yang memberikan kontribusi pada sasaran pelatihan
  4. Menampilkan tanggungjawab profesional yang bersangkutan dengan sasaran, misi dan perencanaan institusi
  5. Berpartisipasi dalam pemasaran, rekrutmen dan penerimaan siswa

Instruktur yang kompeten
Instruktur yang kompeten adalah seseorang telah terlatih dan memiliki penga-laman memadai untuk menyiapkan diri untuk melaksanakan program pelatihan. (FDA, 2009). Sementara itu seperti yang dimuat dalam jurnal education-portal (2010) menyatakan bahwa instruktur pelatihan kerja adalah adalah seseorang yang menyi-apkan siswanya untuk bekerja di suatu perusahaan atau menduduki suatu jabatan tertentu. Instruktur meliputi pendidikan dan pelatihan kerja serta pengalaman praktek kerja seperti pemagangan dan on the job training (OJT).
Instruktur pelatihan kerja dilatih selain untuk membimbing para siswa, tetapi juga membimbing para guru yang kurang memiliki pengalaman. Mereka juga mem-bantu para siswanya berkaitan dengan karir, pelatihan kerja di perusahaan dan pe-nempatan kerja. Instruktur harus menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, memberikan tanggapan-tanggapan secara kultural, memberikan moti-vasi dan bimbingan individual. Sebagai tambahan instruktur harus mandiri, bekerja terorganisir, profesional, sabar dan kreatif. 
Dari kedua pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa instruktur pelatihan kerja yang kompeten adalah seseorang yang terlatih dan memiliki pengalaman yang memadai untuk melaksanakan program pelatihan. Program pelatihan tersebut ber-tujuan untuk menyiapkan para siswanya untuk memasuki dunia kerja atau untuk menduduki suatu jabatan tertentu. Dalam proses pelatihan, instruktur juga bertindak sebagai pembimbing dalam hal karir, praktek kerja, pemagangan dan penempatan. Untuk itu instruktur harus mandiri, bekerja dengan terorganisir, profesional, sabar dan kreatif.

Tuntutan aspek kompetensi/intelektual
·         Menunjukkan perhatian terhadap hal-hal yang kecil
·         Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara tepat waktu
·         Mengumpulkan dan menganalisa informasi dengan terampil
·         Mengembangkan solusi alternatif
·         Memberikan alasan, bahkan ketika berhadapan dengan topik emosional
·         Menilai kekuatan dan kelemahan sendiri
·         Menampilkan pemikiran yang kritis dan kreatif
·         Memiliki keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan semua tugas
·         Mencari cara untuk meningkatkan kemampuan diri
·         Belajar keterampilan baru untuk meningkatkan kinerja

Tuntutan aspek Interpersonal
·         Berusaha untuk perbaikan terus-menerus dan mmengumpulkan umpan balik pe-langgan untuk meningkatkan layanan
·         Tepat waktu menanggapi permintaan untuk informasi, layanan, dan bantuan
·         Menjaga kerahasiaan
·         Menunjukkan sikap positif dan produktif
·         Menampilkan kontrol diri dan menjaga emosi terkendali, bahkan di bawah tekan-an sekalipun
·         Tetap terbuka untuk ide-ide orang lain dan mencoba hal-hal yang baru
·         Berbicara dengan jelas, mendengarkan dan mendapatkan klarifikasi
·         Menunjukan objektivitas dan keterbukaan terhadap pandangan orang lain
·         Mampu membaca dan menginterpretasikan informasi tertulis
·         Menulis dengan jelas, akurat, dan ringkas

Tuntutan aspek manajemen personal
·         Menyelesaikan tugas tepat waktu atau memberitahu orang yang tepat dengan rencana alternatif
·         Mengamati prosedur keselamatan dan keamanan; melaporkan bila ada kondisi tidak aman
·         Menunjukan kemauan untuk membuat suatu keputusan
·         Mengukur diri terhadap standar keunggulan  
·         Mengikuti petunjuk dan memberikan respon terhadap arahan manajemen
·         Menggunakan peralatan dan bahan sesuai dengan kebijakan
·         Bertanggung jawab atas tindakan sendiri
·         Membuat prioritas atas kegiatan dan rencana kerja
·         Menangani persaingan dan menggunakan waktu secara efektif
·         Bekerja secara konsisten dan tepat waktu


Tuntutan aspek kepemimpinan
·         Mencari cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta membuat re-komendasi untuk perbaikan
·         Menjadi contoh peran positif, membangkitkan kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain   
·         Menunjukkan sikap berkaitan ketepatan dan ketelitian
·         Mengajarkan, melatih, mengilhami, membimbing dan memberdayakan orang lain
·         Memberikan penilaian yang baik dan akurat serta penalaran yang logis
·         Mampu menghadapi perubahan yang sering muncul, keterlambatan, atau kejadi-an-kejadian yang tak terduga
·         Menerima tanggung jawab dan mengikuti atau menerima standar organisasi
·         Menggunakan sumberdaya secara efektif dan efisien
·         Mengantisipasi kejadian dan membuat rencana yang sesuai
·         Bekerja untuk meningkatkan iklim kerja tim dan organisasi

1 komentar: